Kajari Lombok Tengah Minta Maaf Terkait Langkah Restroactice Justice

- 23 Februari 2021, 12:24 WIB
Kepala Kejaksaan Negeri Lombok Tengah (Lomteng) Otto Sompotan SH meminta maaf kepada masyarakat luas saat jumpa pers online. /POTENSI BADUNG/Istimewa

POTENSIBADUNG.COM - Kepala Kejaksaan Negeri Lombok Tengah (Lomteng) Otto Sompotan SH meminta maaf kepada masyarakat luas. Hal ini terkait langkah restroactice justice  yang diakuinya belum sepenuhnya dilakukan terhadap perkara empat tersangka pengrusakan gudang tembakau di Kecamatan Kopang Kabupaten Lombok Tengah Provinsi Nusa Tenggara Barat.

“Kami minta maaf kepada Presiden dan Wakil Presiden serta Jaksa Agung dan Kajati serta masyarakat luas jika upaya kami menangani kasus ini dinilai belum dapat memberikan rasa keadilan di tengah masyarakat luas,” ujar Kajari Lombok Tengah Otto Sompotan SH dalam jumpa pers di Pres Room Puspenkum Kejaksaan Agung, Senin (22/2).

Dalam jumpa pers yang dipandu Kapuspenkum Leonard Ezer Siman juntak SH MH dan dihadiri Kajati NTB Tomo SH MH serta Tim Jaksa Penuntut Umum, kajari Lombok Tengah Otto Sompotan mengklarifikasi pemberitaan miring dan berbagai dugaan keberpihakan kepada pemilik Gudang serta tidak melakukan langkah restroactive justice sehingga terjadinya penahanan kepada empat tersangka.

Baca Juga: Remaja di Denpasar Ini Tak Sadar Dibuntuti Polisi Saat Transaksi Sabu

“Kami sudah berupaya untuk mendamaikan kedua belah pihak namun keempat tersangka selalu menolak karena merasa perbuatan mereka benar. Upaya itu sudah dilakukan sesuai dengan langkah restroactive justice,” jelas Otto Sompotan.

Dalam kesempatan itu Otto menyatakan siap untuk diperiksa dan diberikan sanksi hukuman jika dirinya ada keberpihakkan kepada pemilik gudang.

“Saya siap diperiksa dan dikenakan sanksi hukuman jika ada bukti saya berpihak kepada pemilik gudang serta menerima sesuatu dalam menahan tersangka karena ada pesanan atau intervensi dari pengusaha,” jelas Otto.

Baca Juga: Makanan Pahit Penjaga Kekebalan Tubuh, Apa Saja?

Dia mengaku tidak kenal dan tidak pernah bertemu dengan pemilik gudang yang dirusak.

Halaman:

Editor: Hari Santoso


Tags

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X