Serba-serbi Merek Vaksin Covid-19 dengan Penelitian Terdepan

- 23 Februari 2021, 16:39 WIB
Ilustrasi vakin COVID 19 /Pixabay/ Hakan German


POTENSIBADUNG.COM - Saat ini dunia melaporkan bahwa lebih dari 140 vaksin Covid-19 yang sedang dikembangkan di seluruh dunia. Tapi hanya segelintir yang menunjukkan janji. Inilah yang perlu diketahui:

Pfizer
Mulai 11 Desember, Pfizer bekerja dengan perusahaan Jerman BioNTech dan pembuat obat China Fosun Pharma telah disetujui untuk digunakan di AS menyusul analisis data akhir yang menunjukkan bahwa vaksinnya 95 persen efektif dalam mencegah infeksi.

Uji klinis untuk vaksin mencakup kelompok yang lebih beragam, termasuk anak-anak berusia 12 tahun, serta orang dengan HIV, Hepatitis C, dan Hepatitis B.Saat ini, vaksin dua dosis Pfizer-BioNTech Covid-19 direkomendasikan untuk mereka yang berusia 16 tahun ke atas.

Baca Juga: Komnas KIPI:Kekebalan Tubuh Tak Langsung Tercipta Pascavaksinasi Covid-19 Pertama

Moderna
Bermitra dengan National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NAIAD), Moderna, sebuah perusahaan bioteknologi di Cambridge, Massachusetts, AS menciptakan vaksin pertama yang mencapai pengujian fase 3 dan per 18 Desember, menjadi pembuat vaksin kedua yang menerima persetujuan dari FDA untuk peluncuran bagi orang berusia 18 tahun ke atas.

Perusahaan pertama di AS yang mulai menguji vaksin virus corona pada manusia, Moderna, yang diberi dukungan 1 miliar dolar ASĀ  oleh pemerintah AS, menguji sebanyak 30.000 peserta dalam fase 3, dimana setengahnya menerima vaksin asli dan setengahnya lagi menerima plasebo.

Baca Juga: Kajari Lombok Tengah Minta Maaf Terkait Langkah Restroactice Justice

Pada 30 November, Moderna mengumumkan bahwa hasil menunjukkan vaksin dua dosisnya 94,1 persen efektif, meskipun data telah menunjukkan bahwa itu 100 persen efektif dalam mencegah penyakit parah akibat virus Covid-19 dan sekarang sedang didistribusikan.

Johnson & Johnson
Dengan dukungan 500 juta dolar AS dari Operation Warp Speed, vaksin Covid-19 Johnson & Johnson meluncurkan uji coba fase 3 pada bulan September, meskipun uji coba dihentikan sementara pada pertengahan Oktober setelah "penyakit yang tidak dapat dijelaskan" terjadi pada salah satu relawan.

Halaman:

Editor: Hari Santoso

Sumber: Parents.com


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X