Desa Di Gianyar Ini Bakal Jadi Destinasi Wisata Arkeologis, Punya Situs Abad ke-13

- 28 April 2024, 10:21 WIB
Kepala Desa Batuan Kaler, I Wayan Suarma.
Kepala Desa Batuan Kaler, I Wayan Suarma. /IST



PotensiBadung.com – Salah satu Desa di Kabupaten Gianyar yaitu Desa Batuan Kaler, Kecamatan Sukawati ini digadang-gadang bakal menjadi destinasi wisata baru di Bali. Pasalnya Desa ini memiliki benda-benda peninggalan sejarah di tiga titik Pura.

Diantaranya situs utama yakni Pura Puseh Ganggangan Canggi, Pura Hyang Tibha dan Pura Wasan. Ketiganya ditengarai ada sejak jaman Bali kuno.

Kepala Desa Batuan Kaler, I Wayan Suarma menjelaskan situs yang berada di Pura Puseh Ganggangan Canggi dan Pura Hyang Tibha itu sudah ada sejak abad ke 13 sampai 14 Masehi.

Baca Juga: Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-60, Kanwil Kemenkumham Bali Tabur Bunga Kenang Jasa Pahlawan

Baca Juga: Mangku Pastika Ingin Orang Buleleng Pimpin Bali, AWK: Pandangan Ini Berbahaya

Perkiraan ini didasarkan atas perbandingan data-data arkeologis di kedua titik tersebut berupa perbandingan dua gapura antara pura Puseh Ganggangan Canggi dengan gapura di sekitarnya yang masih berada pada satu wilayah yang sama dengan Gapura di Pura Hyang Tibha.

Juga terdapat pura Wasan yang pernah dilakukan penelitian pada tahun 1992, berdasarkan perbandingan tinggalan arkeologis yang ada, terutama jika dilihat dari bentuk langgamnya, arca yang terdapat pada pura Wasan tergolong berasal dari periode Bali pertengahan atau sekitar abad XIII-XIV Masehi.

Selain itu terdapat beberapa situs lain yang tersebar di Desa Batuan Kaler. Masyarakat setempat menyebutnya sebagai Hyang. Seperti Hyang Adeg, Hyang Bencana, Hyang Ibu, Hyang Naga, Hyang Ngoni dan Hyang Soka.

Baca Juga: Gelaran Festival MIPC Serahkan 15 Sertifikat Kekayaan Intelektual Personal dan Komunal

Baca Juga: Polda Bali Siap Amankan & Sukseskan KTT WWF

Atas kekayaan sejarah tersebut, I Wayan Suarma ingin menjadikan Desa Batuan Kaler sebagai Desa Wisata Arkeologis. Saat ini pihaknya sedang mempersiapkan fasilitas pendukung seperti jalan, penginapan, kuliner dan kebersihan Desa.

“Di sini kami belum mengarah kepada promosi, karena kami sedang mempersiapkan untuk infrastrukturnya agar lebih siap dengan manajemennya, karena kami tidak mau nanti kami kebablasan saat nanti kami sudah berpromosi melalui media dan sebagainya, tetapi justru kami yang belum siap,” ujar Wayan Suarma, Di Denpasar, Sabtu, (26/4/2024).

“Untuk sekarang, kami memilih untuk sabar-sabar dulu untuk mempersiapkan barangkali satu atau dua tahun untuk mempersiapkan. Kesiapan yang kami maksud dalam artian infrastruktur harus sudah lengkap, dan kulinernya dipersiapkan juga,” sambungnya.

Baca Juga: Kemenkumham Bali Mudahkan Akses Masyarakat Melalui Giat Mobile IP Clinic

Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Pastikan Pasokan Avtur di Bandara Ngurah Rai Bali Aman

Katanya, memang saat ini beberapa wisatawan sudah mengunjungi Desa Batuan Kaler dan mendapat pengakuan positif dari wisatawan-wisatawan itu.

Hal itu menjadi potensi Desa Batuan Kaler menjadi Desa Wisata Arkeologis yang mendunia. Didukung dengan SDM dan semangat membangun Desa dari masyarakat setempat.

Baca Juga: Mangku Pastika Ingin Orang Buleleng Pimpin Bali, AWK: Pandangan Ini Berbahaya

Setelah infrastruktur dan fasilitas pendukung lain dibereskan baru akan diajukan menjadi desa pariwisata ke Dinas Pariwisata dan Dinas Kebudayaan. Kata Wayan Suarma butuh 2 tahun untuk mengurus fasilitas sebagai Desa Arkeologis itu.

“Yang pertama kami sedang membuat rencana untuk memperbaiki infrastrukturnya, setelah rangkum nanti kami akan melakukan promosi, setelah itu baru pengelolaan. Kami masih dalam tahap proses menuju itu,” tandasnya. ***

Editor: Ariex Pratama


Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah