Ustadz Adi Hidayat Jelaskan Hukum Shalat Tarawih 8 Rakaat

- 17 Maret 2024, 11:48 WIB
Ilustrasi sholat berjamaah di masjid.
Ilustrasi sholat berjamaah di masjid. /Pexels/@Abdur Rahman/

PotensiBadung.com - Umat Islam dianjurkan melaksanakan ibadah sunnah di bulan suci Ramadan, satu di antaranya yakni sholat tarawih.

Jumlah rakaat shalat tarawih ini terdapat dua perbedaan, ada yang melaksanakan 8 rakaat atau 11 dengan sholat witir, ada pula yang 23 rakaat.

Lantas, bagaimana hukum shalat tarawih 11 rakaat padahal imam 23 rakaat?

Seperti dikutip dari kanal YouTube Ustadz Adi Hidayat, terkait hukum sholat tarawih 8 rakaat, atau 11 rakaat, simak penjelasannya.

Baca Juga: Jadwal Imsak, Buka Puasa, dan Waktu Sholat di Jembrana Bali 17-19 Maret 2024

"Bagaimana hukumnya bila shalat jamaah tarawih imam 23 rakaat, tapi kita mundur hanya 8 rakaat," kata Ustadz Adi Hidayat.

Ustadz Adi Hidayat pun secara tegas langsung mempertanyakan alasan mundur saat tarawih baru 8 rakaat.

"Pertanyaannya, kenapa antum mundur?," kata Ustadz Adi Hidayat.

Menurutnya, ada dua penjelasan terkait masalah shalat tarawih ini.

Baca Juga: Doa Hari ke-7 di Bulan Ramadhan Agar Terhindar dari Perbuatan Dosa dan Sia-sia

"Karena ada dua sifatnya di sini, pertama memang hanya ingin mengambil 8 saja dari tarawih karena terbiasa 8," katanya.

Alasan yang kedua, mundur saat 8 rakaat jamaah tarawih karena alasan capek.

"Mungkin di sini nggak terasa, tapi kalau antum tarawih di Masjidil Haram, dan sebagainya yang cukup panjang, mulai mundur teratur pelan-pelan," katanya.

Menurut Ustad Adi Hidayat, jika memilih untuk keluar dari jamaah setelah 8 rakaat karena memang terbiasa mengerjakan yang 8 rakaat, maka tidak ada masalah.

Baca Juga: Doa Hari ke-7 di Bulan Ramadhan Agar Terhindar dari Perbuatan Dosa dan Sia-sia

"Kalau dimaksudkan tidak sekadar hanya untuk meninggalkan ibadah, tapi hanya mengambil sebagian yang memang ada dalil di situ, itu nggak ada masalah," katanya.

Namun, masalahnya ia tidak akan dapat pahala sebanyak yang mengerjakan 23 rakaat.

"Tapi, antum barangkali tidak mendapat pahala penuh, seperti orang mendapat lebih daripada antum, 8 dengan 23 banyak mana? Jadi pahalanya banyak yang mana," katanya.

"Jadi ketika antum kerjakan 11, mereka 23, yang lebih banyak yang 23," tambahnya.

Baca Juga: WhatsApp akan Menambah Fitur Penguncian Aplikasi

Kemudian, Ustadz Adi Hidayat menerangkan, bahwa persoalan besaran pahala terkadang tidak selalu ukuran jumlah rakaatnya.

"Tapi persoalannya, ini yang paling penting juga dilihat, ukuran banyak atau sedikit ditentukan oleh yang lainnya," katanya.

Ia menjelaskan, sebuah hadits Nabi terkait pahala semalam suntuk yang akan didapat jika ikut shalat bersama imam hingga witir.

"Nabi menyampaikan, orang yang witir bersama imam itu mendapatkan pahala semalam suntuk nilainya, jadi Anda kerjakan 11 bersama imam, maka dapat pahala semalam suntuk," kata Ustadz Adi Hidayat.

Maka dari itu, Ustadz Adi Hidayat menyarankan jika memang tidak kuat dengan 23 rakaat, boleh berhenti di 8 rakaat, kemudian mundur ke belakang untuk menunggu, dan bergabung lagi bersama imam saat witir.

"Sah, kalau dia mau ambil yang 8, tidak kuat dengan 23, setelah itu dia masuk yang witir untuk mendapat keutamaan witir bersama imam," katanya.***

Editor: Pipin L Hakim


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah