Anggota Komisi I DPR Menyebut Dua Sektor Ekonomi akan Terdampak Langsung Ketegangan di Timur Tengah

- 20 April 2024, 10:19 WIB
Anggota Komisi I DPR RI Muhammad Farhan. dpr.go.id.
Anggota Komisi I DPR RI Muhammad Farhan. dpr.go.id. /

PotensiBadung.com - Legislator DPR RI menilai realisasi program makan siang gratis perlu dipercepat guna mengantisipasi mengurangi beban ekonomi masyarakat, yang berpotensi terdampak konflik geopolitik di Timur Tengah.

Anggota Komisi I DPR Muhammad Farhan mengatakan, ada dua sektor ekonomi yang akan terdampak langsung akibat ketegangan di Timur Tengah.

Menurutnya, impor minyak dari Timur Tengah dan Afrika, serta ekspor komoditas Indonesia ke Timur Tengah dan Afrika.

Baca Juga: Dorong Potensi Kekayaan Intelektual Desa Bedahulu, Kanwil Kemenkumham Jalin Kerjasama Universitas Udayana

"Percepatan realisasi makan siang gratis, karena akan menghemat biaya harian rumah tangga miskin," kata Farhan dalam keterangan resminya.

Ia juga menilai sektor yang pasti terpengaruh atas konflik tersebut adalah naiknya harga minyak, serta ekspor ke area Timur Tengah dan Afrika yang terganggu.

Dengan demikian, kata Farhan, rupiah akan tertekan dan subsidi bahan bakar minyak alias BBM akan tinggi.

"Sulitnya impor bahan baku turunan petrokimia dari Timur Tengah juga akan membuat naiknya biaya produksi industri di Indonesia," katanya.

Baca Juga: Media Asing Soroti Aksi Kiper Timnas Ernando Ari, Dijuluki Spiderman dari Indonesia

Halaman:

Editor: Pipin L Hakim


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah