Kata Buya Yahya Golongan Ini Sia-Sia Berpuasa, Hanya Mengganti Jadwal Makan Saja

- 18 Maret 2024, 13:16 WIB
Buya Yahya sebutkan golongan yang sia-sia berpuasa.
Buya Yahya sebutkan golongan yang sia-sia berpuasa. /Instagram @albahjahtv/Instagram

PotensiBadung.com - Puasa di bulan Ramadan selain menahan lapar dan dahaga, tentunya harus menahan diri dari segala aktivitas yang dapat merugikan ibadah di bulan Ramadan tersebut.

Pengasuh LPD Al Bahjah, KH Yahya Zainul Ma'arif atau Buya Yahya mengungkapkan, bahwa ada golongan orang yang puasa tapi sia-sia.

Dikatakan Buya Yahya, orang yang termasuk golongan tersebut puasanya tidak ada maknanya alias tidak mendapat nilai pahala.

Baca Juga: Saat Imsak Apakah Masih Boleh Makan? Simak Penjelasan Buya Yahya

"Bisa dikatakan tidak berguna (puasanya," kata Buya Yahya, seperti dikutip dari kanal YouTube Buya Yahya, Senin 18 Maret 2024.

Buya Yahya menyampaikan, dalam kitab Romadhoniati golongan pertama adalah orang yang berpuasa tetapi masih berbohong.

Ia menjadi saksi-saksi dusta, dan tidak pernah meninggalkan pekerjaan yang ada kebohongan di dalamnya.

Golongan kedua merupakan orang yang berpuasa tetapi selalu menggunjing orang lain alias ghibah.

Baca Juga: Rekomendasi Wisata Bali, Keindahan Taman Ujung Karangasem yang Menenangkan dan Estetik, Luasnya 10 Hektar

Ketiga yakni golongan orang yang selalu mengadu domba. Misalnya, membagikan sesuatu di media sosial yang menjadikan orang bermusuhan.

"Share sesuatu menjadikan orang bermusuhan. Hari ini ribut orang. Bahasannya (kadang-kadang) urusan agama," kata Buya Yahya.

"Dinaikkan, diangkat, ramai hebat debat ustadz dengan ustadz. Seram. Masya Allah. Semuanya pengikut lihat komentar-komentarnya menghabiskan pahala puasa, caci maki semuanya," sambung pendakwah asal Cirebon itu.

Golongan keempat, yakni mereka yang berpuasa tetapi tidak menjaga pandangan mereka dari yang diharamkan oleh Allah SWT.

Baca Juga: Sidang Segera Bergulir di PTUN, AWK: Sesuai Harapan

Menjaga mata dari yang tidak dihalalkan oleh Allah bukan sekadar di alam nyata, tetapi juga di alam maya (internet).

"Di alam nyata barangkali masih ada malu untuk kita menatap auratnya dia, karena di alam nyata, dan dia pun masih manusia yang punya risih mungkin kalau kita lihat," kata Buya Yahya.

"Tetapi, di alam maya siapa yang melarang? Siapa yang malu? Kepada siapa lagi kalau bukan karena Allah?," tambahnya.

Buya Yahya pun menyebutkan, aurat lawan jenis lebih mudah ditemukan di alam maya ketimbang di alam nyata.

Baca Juga: Tanda Kiamat Kemunculan Imam Mahdi Dikaitkan dengan Gerhana di Bulan Ramadan, Ini Penjelasan Buya Yahya

"Ternyata di alam maya lebih dahsyat lagi urusan aurat. Di alam nyata mungkin ada perempuan yang tersingkap auratnya lalu kita ingin melihatnya, terhenti di saat dia sudah mulai sadar kita lihat," katanya.

"Tetapi di alam maya, kalau tidak sadar tidak akan berhenti, dan ini kadang terjadi di bulan Ramadan," ucap Buya Yahya melanjutkan.

Golongan kelima adalah orang yang berpuasa tetapi tidak bisa menahan syahwatnya, baik syahwat makan, syahwat suami-istri maupun syahwat mata lainnya termasuk nonton video tidak pantas.

"Karena dia tidak paham makna ini, maka di Ramadan pun ternyata dia masih asyik dengan tontonan-tontonan yang tidak pantas," katanya.

Menurut Buya Yahya, orang yang termasuk golongan-golongan itu hanya mengganti jadwal makan saja, dari siang ke malam. Sementara ibadah yang dilakukannya sia-sia.***

Editor: Pipin L Hakim


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah